” ANTI MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT “

 Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut.

 

1.      Asas dan Tujuan Antimonopoli dan Persaingan Usaha

Asas

Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum.

Tujuan

Memelihara pasar kompetitif dari pengaruh kesepakatan dan konspirasi yang cenderung mengurangi dan atau menghilangkan persaingan. Kepedulian utama dari UU persaingan usaha adalah promoting competition dan memperkuat kedaulatan konsumen.

 

2.      Kegiatan Yang Dilarang Dalam Anti Monopoli

Kegiatan dan Perjanjian yang Dilarang dalam Anti Monopoli
a. Kegiatan yang Dilarang
Bagian Pertama Monopoli
Pasal 17
(1) Pelaku usaha dilarang melakukan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.
(2) Pelaku usaha patut diduga atau dianggap melakukan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) apabila:
a. barang dan atau jasa yang bersangkutan belum ada substitusinya; atau
b. mengakibatkan pelaku usaha lain tidak dapat masuk ke dalam persaingan usaha barang dan atau jasa yang sama; atau
c. satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha menguasai lebih dari 50% (lima puluh persen) pangsa pasar satu jenis barang atau jasa tertentu.
Bagian KeduaMonopsoni
Pasal 18
(1) Pelaku usaha dilarang menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan atau jasa dalam pasar bersangkutan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.
(2) Pelaku usaha patut diduga atau dianggap menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) apabila satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha menguasai lebih dari 50% (lima puluh persen) pangsa pasar satu jenis barang atau jasa tertentu.
Bagian KetigaPenguasaan Pasar
Pasal 19
Pelaku usaha dilarang melakukan satu atau beberapa kegiatan, baik sendiri maupun bersama pelaku usaha lain, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat berupa:
a. menolak dan atau menghalangi pelaku usaha tertentu untuk melakukan kegiatan usaha yang sama pada pasar bersangkutan;
b. atau mematikan usaha pesaingnya di pasar bersangkutan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.
Pasal 21
Pelaku usaha dilarang melakukan kecurangan dalam menetapkan biaya produksi dan biaya lainnya yang menjadi bagian dari komponen harga barang dan atau jasa yang dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.
Bagian KeempatPersekongkolan
Pasal 22
Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan atau menentukan pemenang tender sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.
Pasal 23
Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mendapatkan informasi kegiatan usaha pesaingnya yang diklasifikasikan sebagai rahasia perusahaan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.
Pasal 24
Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk menghambat produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa pelaku usaha pesaingnya dengan maksud agar barang dan atau jasa yang ditawarkan atau dipasok di pasar bersangkutan menjadi berkurang baik dari jumlah, kualitas, maupun ketepatan waktu yang dipersyaratkan.

 

3.      Perjanjian Yang Di Larang

1. Oligopoli

Adalah keadaan pasar dengan produsen dan pembeli barang hanya berjumlah sedikit, sehingga mereka atau seorang dari mereka dapat mempengaruhi harga pasar.

2. Pembagian wilayah

Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya yang bertujuan untuk membagi wilayah pemasaran atau alokasi pasar terhadap barang dan atau jasa.

3. Pemboikotan

Pelaku usaha dilarang untuk membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya yang dapat menghalangi pelaku usaha lain untuk melakukan usaha yang sama, baik untuk tujuan pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.

4.      Kartel

Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya yang bermaksud untuk mempengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan atau jasa.

5.      Trust

Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha lain untuk melakukan kerja sama dengan membentuk gabungan perusahaan atau perseroan yang lebih besar, dengan tetap menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup tiap-tiap perusahaan atau perseroan anggotanya, yang bertujuan untuk mengontrol produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa.

6.      Oligopsoni

Keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

7.      Perjanjian dengan pihak luar negeri

Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pihak luar negeri yang memuat ketentuan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

 

Sumber :

  1. http://vahmy76.wordpress.com/2012/04/28/anti-monopoli-dan-persaingan-usaha-tidak-sehat/
  2. http://apriyanipuspa.blogspot.com/2012/05/anti-monopoli-dan-persaingan-usaha.html
Iklan

” PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI “

Pengertian sengketa dalam kamus Bahasa Indonesia, berarti pertentangan atau konflik, Konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan antara orang-orang, kelompok-kelompok, atau organisasi-organisasi terhadap satu objek permasalahan. Senada dengan itu Winardi mengemukakan :

“Pertentangan atau konflik yang terjadi antara individu-individu atau kelompok-kelompok yang mempunyai hubungan atau kepentingan yang sama atas suatu objek kepemilikan, yang menimbulkan akibat hukum antara satu dengan yang lain.”

 

Cara – Cara Penyelesaian Sengketa Ekonomi

Penyelesaian sengketa secara damai bertujuan untuk mencegah dan mengindarkan kekerasan atau peperangan dalam suatu persengketaan antar negara. Menurut pasal 33 ayat 1 (Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan) Piagam PBB penyelesaian sengketa dapat ditempuh melalui cara-cara sebagai berikut:

 a.     Negosiasi (perundingan)

Perundingan merupakan pertukaran pandangan dan usul-usul antara dua pihak untuk menyelesaikan suatu persengketaan, jadi tidak melibatkan pihak ketiga.

  • Pola Perilaku dalam Negosiasi
  1. Moving against (pushing) : menjelaskan, menghakimi, menantang, tak menyetujui, menunjukkan kelemahan pihak lain.
  2. Moving with (pulling) : memperhatikan, mengajukan gagasan, menyetujui, membangkitkan motivasi, mengembangkan interaksi.
  3. Moving away (with drawing) : menghindari konfrontasi, menarik kembali isi pembicaraan, berdiam diri, tak menanggapi pertanyaan.
  4. Not moving (letting be) : mengamati, memperhatikan, memusatkan perhatian pada “here and now”, mengikuti arus, fleksibel, beradaptasi dengan situasi.

 b.    Enquiry (penyelidikan)

Penyelidikan dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak memihak dimaksud untuk mencari fakta.

c.     Good offices (jasa-jasa baik)

Pihak ketiga dapat menawarkan jasa-jasa baik jika pihak yang bersengketa tidak dapat menyelesaikan secara langsung persengketaan yang terjadi diantara mereka. Penyelesaian perkara perdata melalui sistem peradilan:

·         Memberi kesempatan yang tidak adil (unfair), karena lebih memberi kesempatan kepada lembaga-lembaga besar atau orang kaya.

·         Sebaliknya secara tidak wajar menghalangi rakyat biasa (ordinary citizens) untuk perkara di pengadilan.

d.    Arbitrase

  1. Penyelesaian sengketa melalui arbitrase sudah semakin populer di kalangan pengusaha. Kontrak-kontrak komersial sudah cukup banyak mencantumkan klausul arbitrase dalam kontrak mereka. Dewasa ini Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), sudah semakin populer. Badan-badan penyelesaian sengketa sejenis telah pula lahir. Di antaranya adalah Badan Arbitrase Muamalat Indonesia (BAMUI), badan penyelesaian sengketa bisnis, dll.

e.    Pengadilan

Persepsi umum yang lahir dan masih berkembang dalam masyarakat adalah masih adanya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap badan pengadilan. 4 Pengusaha atau para pelaku ekonomi dan bisnis, terlebih masyarakat awam melihat hukum bukan dari produk-produk hukum yang ada atau yang pemerintah keluarkan. Masyarakat umumnya meljhat pengadilan sebagai hukum. Begitu pula persepsi mereka terhadap polisi, jaksa, atau pengacara.

f.     Mediasi

Mediasi adalah upaya penye dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.

 

 Tujuan memperkarakan suatu sengketa:

  1. 1. adalah untuk menyelesaikan masalah yang konkret dan memuaskan,
    2. dan pemecahannya harus cepat (quickly), wajar (fairly) dan murah (inexpensive)

Selain dari pada itu berperkara melalui pengadilan:
1. lama dan sangat formalistik (waste of time and formalistic),
2. biaya tinggi (very expensive),
3. secara umum tidak tanggap (generally unresponsive),
4. kurang memberi kesempatan yang wajar (unfair advantage) bagi yang rakyat biasa.

 

Sumber :

  1. http://aliesaja.wordpress.com/2010/06/03/penyelesaian-sengketa-ekonomi/
  2. http://ahmadferdiansyah-ekonomiakuntansi.blogspot.com/2013/04/penyelesaian-sengketa-ekonomi.html

” HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL “

Adapun kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan lain-lain yang berguna untuk manusia. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. Sistem HKI merupakan hak privat (private rights). Seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak. Hak eklusif yang diberikan Negara kepada individu pelaku HKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) tiada lain dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas) nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi, sehingga dengan sistem HKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar. Disamping itu sistem HKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkannya teknologi atau karya lainnya yang sama dapat dihindari atau dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi.

 

1.      Teori Hak Kekayaan Intelektual

Teori Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sangat dipengaruhi oleh pemikiran John Locke tentang hak milik. Dalam bukunya, Locke mengatakan bahwa hak milik dari seorang manusia terhadap benda yang dihasilkannya itu sudah ada sejak manusia lahir. Benda dalam pengertian disini tidak hanya benda yang berwujud tetapi juga benda yang abstrak, yang disebut dengan hak milik atas benda yang tidak berwujud yang merupakan hasil dari intelektualitas manusia.

 

2.      Ruang Lingkup HKI

Secara garis besar HKI dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Hak Cipta (Copyrights)
  2. Hak Kekayaan Industri (Industrial Property Rights), yang mencakup :
  • Paten (Patent)
  • Desain Industri (Industrial Design)
  • Merek (Trademark)
  • Penanggulangan praktik persaingan curang (repression of unfair competition)
  • Desain tata letak sirkuit terpadu (layout design of integrated circuit)
  • Rahasia dagang (Trade secret)
  • Perlindungan Varietas Tanaman (Plant Variety Protection)

 

3.      Persyaratan Menjadi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual

  • Warganegara Indonesia
  • Bertempat tinggal tetap di wilayah Republik Indonesia
  • Berijazah Sarjana S1
  • Menguasai Bahasa Inggris
  • Tidak berstatus sebagai pegawai negeri
  • Lulus pelatihan Konsultan Hak Kekayaan Intelektual

 

 Prinsip-Prinsip Hak Kekayaan Intelektual

  1. Prinsip Ekonomi.

Prinsip ekonomi, yakni hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif suatu kemauan daya pikir manusia yang diekspresikan dalam berbagai bentuk yang akan memeberikan keuntungan kepada pemilik yang bersangkutan.

  1. Prinsip Keadilan.

Prinsip keadilan, yakni di dalam menciptakan sebuah karya atau orang yang bekerja membuahkan suatu hasil dari kemampuan intelektual dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang akan mendapat perlindungan dalam pemiliknya.

  1. Prinsip Kebudayaan.

Prinsip kebudayaan, yakni perkembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan seni untuk meningkatkan kehidupan manusia

  1. Prinsip Sosial.

Prinsip sosial ( mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara ), artinya hak yang diakui oleh hukum dan telah diberikan kepada individu merupakan satu kesatuan sehingga perlindungan diberikan bedasarkan keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat.

 

DASAR HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

  1. UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
  1. UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1982 Nomor 15)
  2. UU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42)
  3. UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987 (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 29)

 

Sumber :

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Kekayaan_intelektual
  2. http://yanhasiholan.wordpress.com/2012/05/10/hak-kekayaan-intelektual/

 

” HUKUM DAGANG “

Hukum dagang ialah aturan-aturan hukum yang mengatur hubungan orang yang satu dengan yang lainnya, khusunya dalam perniagaan. Hukum dagang adalah hukum perdata khusus. Hukum Dagang Indonesia terutama bersumber pada :
1. Hukum tertulis yang dikofifikasikan :

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (W.v.K)
  2. b.      Kitab Undang-Undang Hukum Sipil (KUHS) atau Burgerlijk Wetboek Indonesia (BW)

Hal-hal yang diatur dalam KUHS adalah mengenai perikatan umumnya seperti :

1.      Persetujuan jual beli (contract of sale)

2.      Persetujuan sewa-menyewa (contract of hire)

3.      Persetujuan pinjaman uang (contract of loun)

 

  1. Hukum tertulis yang belum dikodifikasikan :

yaitu peraturan perundangan khusus yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan perdagangan (C.S.T. Kansil, 1985:7)
Sifat hukum dagang yang merupakan perjanjian yang mengikat pihak-pihak yang mengadakan perjanjian.
Pada awalnya hukum dagang berpaku pada hukum perdata. Namun, seiring berjalannya waktu hukum dagang mengkodifikasi(mengumpulkan) aturan-aturan hukumnya sehingga terciptalah Kitab Undang-Undang Hukum Dagang ( KUHD ) yang sekarang telah berdiri sendiri atau terpisah dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ( KUHPer ).

 

Hukum dagang selain di atur KUHD dan KUHS juga terdapat berbagai peraturan-peraturan khusus (yang belum di koodifikasikan) seperti :

1.      Peraturan tentang koperasi

2.      Peraturan pailisemen

3.      Undang-undang oktroi

4.      Peraturan lalu lintas

5.      Peraturan maskapai andil Indonesia

6.      Peraturan tentang perusahaan negara

 

Berikut ini merupakan berbagai pengertian hukum dagang yang dikemukakan oleh para ahli hukum yakni :

1.      Achmad Ichsan mengemukakan:

“Hukum dagang adalah hukum yang mengatur soal-soal perdagangan, yaitu soal-soal yang timbul karena tingkah laku manusia dalam perdagangan.”

 

2.      R. Soekardono mengemukakan:

”Hukum dagang adalah bagian dari hukum perdata pada umumnya, yakni yang mengatur masalah perjanjian dan perikatan yang diatur dalam buku III Burgerlijke Wetboek (BW) dengan kata lain, hum dagang adalah himpunan peraturan peraturan yang mengatur seseorang dengan orang lain dalam kegiatan perusahaan yang terutama terdapat dalam kodifikasi KUHD dan KUHPdt. Hukum dagang dapat pula dirumuskan adalah serangkaian kaidah yang mengatur tentang dunia usaha atau bisnis dan dalam lalu lintas perdagangan.

 

3.      M. N. Tirtaamidjaja mengemukakan:

“Hukum perniagaan adalah hukum yang mengatur tingkah laku orang-orang yang turut melkukan perniagaan. Sedangkan perniagaan adalahpemberian perantaraan antara produsen dan konsumen; membeli dan menjual dan membuat perjanjian yang memudahkan dan memajukan pembelian dan penjulan itu. Sekalipun sumber utama hukum perniagaan adalah KUHD akan tetapi tidak bisa dilepaskan dari KUHPdt

 

Sumber:

http://nurulaini8.blogspot.com/2013/05/hukum-dagang_21.html

 

 

 

 

 

 

 

ANYEEEERRRR!!!!!

ANYEEEEEEEEERRRR!!!!

 

Persahabatan adalah suatu ikatan yang tak bisa putus. Suka duka dialami bersama. Itulah yang kami rasakan. Tak ada kesan yang tak pernah terlewatkan jika bersama mereka semua. Termasuk perjalanan kami baru-baru ini. Yaitu ANYER!!! Saya, Puput, Siska, Ilma, Anggun, Angga, Hendri, Ambon, Hilman, dan Lutfi. Inilah awal cerita saya bersama teman-teman seperjuangan semasa kelas 1 EB 25 menuju indahnya kota anyer. Eits, oia hampir lupa. Disini juga ada anak “luar” yang bukan dari EB 25 ya, yaitu Hilman dan Lutfi. Mereka berdua adalah gandengannya si Ilma dan Anggun. “Haduuh enaknya bisa membawa pacar di liburan bareng ini, coba gue bisa bawa juga ya??? Sayang gue jombloo!!” Bergumam dalam hati. (haha)

Sebelumnya kita janjian untuk berkumpul jam 7 pagi di kampus. Tapi apa daya, yang namanya ngaret tak bisa di hilangkan. Ngaret???? Hmm, aku rasa itulah bumbu kekompakan kita semua. Istilahnya, kalau tidak ngaret, ga afdol namanya. Saya sampai pukul setengah 8 pagi. Lirik kanan kiri ternyata belum pada sampai!!! “Gilaaaa… pada ga konsisten banget sama perkataanya!!” Aku pun mulai sedikit marah dalam hati. Tak lama kemudian anggun dateng bersama si putih nyariss, alisa mobil kebangsaannya Yarissss.. hahaha (eits, ga boleh ngeledek ya?? Kalau ga ada tu yaris, hampir kita ga berangkat). Puput dan Lutfi tak lama kemudian pun datang juga.. kita pun berangkat menuju rumah Ilma, karna sebagian mereka sudah berada di rumah  ilma . Diperjalanan menuju rumah ilma pun juga ada aja cobaannya. Segala pake nyasar!! Navigator kita si puput ngakunya inget rumah ilma, tapi alhasil tetep aja nyasar dan nyasaaarrr juga! Gimana ga nyasar ya, doi aja ga bisa bedain mana kanan dan kiri. Bisa bayangin ga sih, masa udah masuk perguruan tinggi dan semester EMPAT pula ga bisa membedakan kanan dan kiri?????  Hadeeehh tapi kenapa kita masih aja tetep percaya ya???? Entahlah, aku pun sampai saat ini masih pusing memikirkan hal itu. Setelah lama berputar-putar yang tak ada ujungnya, akhirnya mungkin mereka kesal kali ya menunggu kedatangan kami. Dan mereka pun memutuskan untuk menemui kita dan langsung untuk berangkat menuju anyer. Di perjalanan kami tak lupa untuk membawa cemilan dan air putih. Saya, Puput dan Anggun lah yang berbelanja untuk keperluan selama kita disana. Dan sebelum masuk mobil nyaris (yaris) saya mengajak si anak yang ngakunya paling ganteng kalo lagi pake kacamata, yaitu hendri untuk masuk mobil bersama kami. Sehingga, di mobil nyaris pun ada saya, Anggun&Lutfi,  Hendri, dan Puput. Dan di mobil satu lagi ada Ambon&Siska, Ilma&Hilman, dan Angga.

Dua jam lebih telah berlalu. Sudah saatnya kami mulai mencari mesjid terdekat. Karena hari itu adalah hari jumat, maka dari itu para lelakipun harus menunaikan kewajibannya yang tak boleh ditinggalkan. Liburan ya tetep liburan toh??? Tapi tetep yang namanya Ibadah juga harus tetap dilaksanakan! Dan akhirnya ketemu juga, mesjid di daerah pasar anyer. Selama para lelaki sholat, kamipun yang perempuan mengisi perut. Untungnya ilma bawa bekal untuk diperjalanan. Coba kalo ga ada ilma, cacing-cacing yang ada di perut kita apa jadinya coba???? Huft. Setelah selesai makan, tak berapa lama kemudian, para lelaki pun juga sudah selesai sholat. Kami pun melanjutkan perjalanan. Tak terlalu lama kami menunggu. Dan kamipun sampai di homestay. Homestaynya tak terlalu beruk, malahan bisa dikatakan bagus. Dan peralatannya pun juga lengkap. Kompor, mesin cuci juga ada. “Baguslah,, “ pikir kami semua.

Lelahnya di perjalanan membuat kamipun ngantuk, dan kami memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu. Karena waktu juga masih menunjukkan pukul 2 siang dan pasti diluar juga masih terik. Hahaha dan sudah pasti mana mau anak-anak yang nyalinya hampir setipis tempe itu main di pantai dengan panas terik. Ya toh????? Satu jam, dua jam saya menunggu. Waw ternyata sudah pukul 4 sore. Dan asiiiiikkkk.. mereka si anak-anak alay, kecuali saya, mau berangkat menuju pantai saat itu juga.

Oh weew,, kita semua dikejutkan oleh si ibu pemilik home stay, si ibu berkata “kalo mau masuk pantainya itu bayar 50.000/mobil.” Gilaa mahal banget, kalo 2 mobil berarti 100.000 ribu dong???? “Ah, alamat PT PT lagi ini mah” aku berkata dalam hati. Jeng.. jeng.. jeng… si pahlawan kesorena pun dataang!!! Yaitu ka LUTFI,, dia bilang “gimana kalo mau masuk pantainya dari hotel temen gue aja???? Gratis kok, ga perlu bayar. Coba gue telfone dulu temen gue itu ya?” Dua menitan berlalu. Dan ternyata bisa. Si Adit, temennya ka Lutfi bilang, “yaudah pake aja. Asal jangan rusuh dan buang sampah sembarangan.” Hmm tanpa pikir panjang lagi, kami pun langsung cusss menuju hotel si Adit itu. Kapan lagi bisa main di pantai dan ga bayar pula. Bisa ngirit 100.000

Sesampainya di hotel, kami menunggu ka Lutfi yang sedang berbicara dengan receptionisnya. Tak lama kemudian kita semua di panggil ka Lutfi “ayo masuk”  dan.. waaaawww gilaa,, ni hotel keren bangeett!!! Ada kolam renangnya. Pantainya juga indah. Dan yang tak kalah penting, ada banana boat! Itu yang membuat kita ngiler untuk menaikinya. Tapi setelah ditanya-tanya ternyata termasuk mahal. Mungkin karna faktor tempat juga kali ya???? Karena ni hotel termasuk hotel yang cukup terkenal di daerah anyer. Ya jadi maklum aja kalo tu banana boat mahal. Dengan terpaksa kamipun mengurungkan niat untuk mencobanya.  Memandangi laut adalah yang paling nikmat, terutama bagi mereka-mereka yang bawa gandengan. Seperti Anggun&Lutfi, Ilma&Hilman, dan Siska&Ambon. Ternyata berlama-lama memandang pun bosan juga, dan untungnya sebelum berangkat saya meminjam bola plastik punya anak pemilik homestay. Bola itulah yang menghibur saya, Ilma, hendri, ambon, hilman, dan lutfi.  Kami berenam main kucing-kucingan. Dengan bergantian jaga. Sangat seru sekali. Kami tertawa terbahak-bahak, kejar-kejaran, merasakan panik karena takut bolanya terebut oleh si penjaga, waaahh pokokknya seru tak terkiralah. Setengahjam lebih kami bermain kucing-kucingan. Capek juga ternyata. Huft. Istirahat sebentar, kemudian kita beralih ke pinggir pantai. Dan melanjutkan main kucing-kucingan. Kami berenam bagaikan anak yang tak pernah berlibur ke suatu tempat yang sangat indah. Hahahha lucu sekali. Anak-anak yang lain diatas sambil melihat kami berenam yang sedang asik bermain bersama. Ah mungkin pada dasarnya mereka cemen ya??? Takut akan basah. Hahahha emang sih,, kita semua ga bawa ganti. Dan apalagi kita naik mobil. Masa ia kita semua basah-basahan??? Ga enak sama si bos dong??? Hmm. Tapi menurut saya, Ilma, Hendri, Hilman, dan Ambon itu BOAM!!! Lanjut terusss.. basah, basah dah.  Yang penting enjoy aja dolooo. Kejar-kejaran, main timpuk-timpukan pasir, iseng nyeburin yang lain itulah kerjaan saya dan teman-teman. Hmm yang paling seru ketika kami berkumpul dan berembuk untuk mengejar anggun dan menyeburkannya di laut. Hahahha tanpa tampang bersalah dan berdosa, kita berlima mengejar anggun. Dan DAPAT!!! Anggun pun kita gotong, dan BYUUUUURRR!!! Akhirnya dia basah..  Serentak kami semua tertawa. Berfoto bersama, haaahh itu semua hal yang paling mengembirakan dalam hidup ku.

Karena matahari pun telah lenyap bak ditelan bumi, sebagian pun pulang ke homestay untuk berbenah diri. Termasuk anggun yang telah basah kuyup, akibat ulah kita. Si anak-anak alay. Hahahahha. Tapi, lain bagi saya, ilma, hendri, hilman, dan ambon. Kita tetap bermain bersama. Melanjutkan berenang part 2. Yaitu berenang di kolam renang. Berenang, balapan antara saya dan hendri. Si hendri pun berenang kelemer banget. Ya jelas pasti dia kalah sama aku. Kalah jauh (menyombong dikit). Oia, yang asik berenang itu cuma saya, hendri dan ambon ya. Berhubung si Hilman kaga bisa berenang jadi sudah jelas Ilma menemani si doi. Hmm. Tak terasa waktu telah cepat berlalu. Dan kami memutuskan untuk kembali ke homestay. Sebelum kembali, saya, hendri dan ambon berbilas bersama. Hmm jgn pada negative thingking ya! Bilasannya itu pun disebelah kolam renang, pake shower. Setelah itu kita berlima pun pulang dengan baju yang basah. Air mengalir dari atas kebawah, tak kunjung henti. Mau diperas seperti apapun itu baju akan tetap basah. Karena tak mungkin kita duduk di kursi mobil, sedangkan baju kita semua basah. Saya pun berpikir keeeeeeraaas sekali, tinggggg.. saya dapet ide “gimana kalo kursinya dilipet aja. Terus kita ngemper dibawah” kata ku kepada mereka. Si hendri pun dengan tampang sok polos yang bikin aku selalu kesal melihatnya berkata “tumben pinter dew” grrrr.. siapa yang ga kesel ya dibilang kaya gitu??? Emang kadang si hendri itu omongannya suka ga diayak. Yaaa aku sih paham aja dia itu orangnya seperti apa. Saya, Ilma, Hendri dan Hilman pun duduk dibawah. Sedangkan Ambon yang bawa mobil. Saat itu ambon bilang “kalian itu kaya orang-orang yang lagi kepergok mesum sama satpolpp” Ibaratnya si Ambon sebagai satpolpp, dan Ilma sama Hilman, sedangkan aku sama Hendri. Haduuuhh celetukannya itu ga habis pikir. Lantas kita pun tertawa. Ya karna kalau dipikir-pikir, ya ada miripnya, hahahhaha. Karena tak mau melewatkan momen selucu ini pun, kami menyuruh Ambon yang sedang mengendarai mobil untuk berhenti dan menepi. Tampa menolak, si Ambon pun berhenti kemudian memfoto kami berempat. Lucu, sangat lucu ketika itu. Dalam hati aku berpikir, kenapa si Ambon mau aja ya disuruh berhenti dan memfoto kami??? Hahahhah Dodol banget tu orang. Sesampainya di homestay, kami masih menunggu untuk bergantian menggunakan kamar mandi. Karena kamar mandi di homestay ini hanya ada satu, maka kita harus bersabar untuk menunggu giliran. Untuk menyingkat waktu, ambon dan hilman pun berinisiatif untuk mandi di belakang. Hahahahha 2 cowo mandi bersama???? Jongkok atau malah gosok-gosokan punggung bareng??? Waaaaaawww hanya mereka dan Tuhan lah yang tau apa yang mereka perbuat saat mandi di belakang bersama.

Setelah semua mendapat giliran untuk menggunakan kamar mandi, dan berbenah diri. Kami pun bersiap mencari makan malam. “Mau makan apa nih????” Tanya anak-anak. Ya berhubung kita ada di deket-deket laut, jadi mending cari seafood aja yuk.. Jawab aku dan anggun. Hmm, akhirnya kami pun melewati rumah makan seafood gitu, negok kanan-kiri. Sepi. “Yakin nih disini??” Yudah, masuk aja dulu, dan berbondong-bondong pun kami masuk. Dengan pedenya langsung duduk dan menyatukan 2 meja menjadi 1, agar kita semua bisa berkumpul dalam 1 meja. Disaat pelayannya memberikan menu makanan ke kami semua. TARAAAAAAAAAAAAAA…. JENG JENG JENG.. Tau ga apa yang terjadi????? Dalam hati ku bilang, “Mampusss.. gila ni makanan semua mahal-mahal banget. Mana cocok buat dompet gue” Terus gue nengok ke yang lain. Ternyata ga gue doang!!! Hahahahha yang lain berpendapat sama, apalagi macem kaya si Hendri, yang didompetnya aja sisa 50000???? Aku pun berbisik kepada hendri, “pem, gila mahal banget. Sambil cekikikan” yaudah, Cabut yuk, gila ni makanan mahal-mahal semua” kataku. Tanpa pikir panjang dan tak tau malu lagi , kami pun pergi dan meminta maaf karena tidak jadi makan. Setelah diluar, kami sontak tertawa. Haduh, bodohnya ku pikir. Setelah berkeliling lagi, akhirnya kami pun menemukan tempat makan yang sesuai dengan dompet. Yaitu Rumah makan 88. Murmer dan enak pula. Setelah puas dengan makanan yang kami pesan, kami pun  pulang dan kembali ke homestay. Sesampainya di homestay kami melanjutkan bermain. Ada yang bermain uno, pes, dan ada juga yang menonton bola. Bola??? Oia, karena pada saat itu sedang berlangsung siaran antara Indonesia vs Belanda. Setelah lelah bermain, akhirnya sebagian dari kami pun sudah mulai tidur. Termasuk Puput, Siska, dan Ambon yang tertidur di dalam kamar utama. TRIIING,, Otak iseng ku pun mulai berjalan. Aku pun memanggil Hendri, “Pem, foto mereka yuk.” Yaudah, mana cameranya, sini biar gue yang ambil. Kemudian, Hendri pun naik ke kayu pinggir kasur dan aku memeganginya dari bawah. Grasak, grusuk, hampir aja tu anak jatoh. Tapi dapet juga fotonya. Weeee keren!! Hahahhaha. Bosan juga ternyata,, hmm lalu saya pun bermain pes bareng hendri. Dia pun sok-sok kalah dari gue.  “Halaaahh,, pake sepik-sepik ngalah lagi lo, pem!! Udah sih ngaku aja.” Kataku. Masa ia raja Pes macem tu anak bisa kalah dari pemula kaya gue??? IMPOSSIBLE kalo kata orang. Kriyuk, kriyuukk.. Perut si gentong bunyi. Dia pun minta dimasakin mie. Hadeh bikin repot dah, malem-malem gini. Tapi gapapa juga sih, karena sebenarnya aku pun juga merasa lapar. Ahahahha. Akhirnya aku dan Ilma pun ke dapur untuk memasakan mie untuk kami dan membuat kopi untuk Hilman.  Nyam, Nyam… kenyaaaanggg… ngantuk juga akhirnya kita, lanjut lah tidur. Aku pun masuk kamar. Karena udah ga ada lapak lagi, jadi aku 1 kamar bareng sama si anak sok kegantengan itu, alias Hendri. Si Puput, Siska, dan Ambon yang sebelumnya tidur di kamar, sudah keluar dan pindah ke lantai di depan televisi. Sedangkan Ilma dan Hilman tidur di kursi depan. Dan Anggun Lutfi tidur di kasur tengah, kamar yang satu lagi. Hadeeeehh nyenyak juga tidur di kasur setelah seharian penuh main bersama anak-anak alay. Hahahha

Pukul 8 aku terbangun, dan kulihat samping. Oh ternyata Hendri juga sudah bangun. Sebagian sudah pada mandi, bahkan sudah pada sarapan pula. Berat sekali rasanya untuk melangkah ke kamar mandi. Bawaannya pengen tidur terussssssss…. hoam,, sampai aku pun disuruh dan dipaksa-paksa mandi oleh anggun dan puput. Oia, ternyata keisengan ku yang semalam dibalas oleh mereka. Tanpa sadar, aku difoto saat tidur. Dan disebelahku pun ada hendri. Hahahah “satu sama ku pikir”

Setelah semua beres, kami pun rapi-rapi dan memasukkan barang-barang ke mobil. Untuk persiapan kembali ke bekasi. Tapi sebelum kembali ke bekasi, kami bermain ke pantai untuk yang terakhir kalinya. Ini jauh lebih seru!!! Berfoto bersama. Banyak sekali objek-objek yang bisa diambil. Termasuk ada 2 tebing yang bisa di naiki. 1 tebing tidak terlalu tinggi. Dan 1 lagi, tinggi dan lumayan curam. Tanpa menyianyiakan objek yang sangat bagus ini, kami pun naik. Waaaaaahhh, ini pemandangan yang luar biasa benar-benar indah!!! Dan tak patut untuk dilewatkan. Semua pemandangan di pantai terlihat dengan sangat jelas. Kami berfoto disana, lama sekali. Berbagai gaya kami jajal. Dimulai dari gaya ala titanic, dll. Bosan berfoto, kemudian kami pun semua turun. Dan yang terakhir kami menjajal BANANA BOAT!! Kami semua sangat antusias untuk mencoba. Kecuali siska dan puput. Setelah kami bujuk-bujuk, akhirnya mereka pun mau ikut mencoba. Kecuali, Anggun dan Lutfi. Mereka Kembali ke Bekasi terlebih dahulu. Karena ada hal mendesak yang tak bisa ditinggalkan. Sehingga yang mengharuskan mereka untuk kembali lebih awal. Setelah tawar-menawar dengan tu mas-mas yang menyewakan banana boat, kami pun sepakat dengan harga 20000/orang. Itu sudah lumayan dibandingkan kemarin. Karena kami langsung berdelapan naik dalam 1 banana boat. Maka kita meminta untuk 4 kali jatuh. 3 di tengah, dan 1 dipinggir dekat pantai. Hahahhaha sontak puput, siska, dan Angga pun teriak-teriak karna ketakutan. Saya, Ilma,  Hendri, Ambon, Hilman, pun teriak-teriak dengan gagah perkasa “Ayo mas, gapapa. Lanjut aja. Jatohin aja di tengah”  TANCAAAAAAAAPPPP… Byuuur jatoh pertama di tengah laut, panik mulai melanda puput, siska, dan Angga. Aku pun hampir tenggelam karna Angga. Untung saja pakai pelampung. Coba kalo engga???? Ya alamat ga balik gue ke bekasi. “pikir gue dalam hati” . Setelah semua mulai naik kembali, jatoh kedua pun tak kalah seru. Tepat ombak menyambut kami semua. Hingga membuat Angga kumat akan Asmanya. Dan puput menjadi sesak nafas. Yaa.. mau tak mau, kita pun mengangkatnya naik ke perahu. Dan tidak melanjutkan permainannya. Angga, Puput, Dan Siska pun sekian sampai putaran kedua saja. Tapi tidak untuk kami berlima yang mempunya mental baja. Saya, Ilma, Hendri, Hilman, dan Ambon tetap melanjutkan hingga putaran ke empat. Banana boat adalah salah satu hiburan kami yang paling seru. Selesai bermain kami langsung berbilas diri, dan mencari makan sore. Untungnya Angga masih punya utang kepada kami semua, jadi makan sore ini dia yang nanggung. Hah, lumayan juga, bisa ngirit dompet. Hahahhaha

Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan pulang ke bekasi. Oia, dalam rangka Pj nya Ilma dan Hilman, kami semua ditraktir sop duren loh. Haduuuh,, itu sop nikmatnya tiada tara. Terang saja, gimana ga nikmat. Untuk memperoleh sop durennya aja mesti ngantri bejibun dan lumayan lama pula. Tapi ga nyesel deh. Kalo mampir ke daerah serang, wajib dan harus kudu beli tu sop duren!!!!!! #promosi . Kita sampai di daerah jakarta sekitar pukul 9 kurang. Lama sekali kami semua dibawa keliling-keliling jakarta yang entah masuk peta/tidak sama ambon. Katanya sih dia mau jemput sodaranya, tapi udah bolak balik ke rumah satu, balik lagi ke rumah yang satu lagi. Tetep ga ada sodaranya yang mau di anter. Katanya si ambon inilah, itulah. Sibuk banget tu anak. Nelpon sana sini. SBY aja ga sesibuk itu, mbon! Ckckckckc. Hingga pada akhirnya si ambon mau ngenalin gue ke sepupunya, sebut aja si ucil. Keluarlah si ucil ini dari rumah. Widiiihh kata anak-anak sih ganteng banget, manis. Mulailah kami semua main ceng-cengan di dalam mobil. Termasuk si Hendri yang entah ngomong ga jelas. “ya elah pem, ngapa sih lo??? Ga suka banget kalo gue seneng” aku berkata. Hmmm cemburu bilang aja kaleeee.. hahahhaha (pede mampuus). Dan pada akhirnya, selesai juga urusan ambon. Yang mengharuskan ambon berpisah dari mobil kami. Dan Hilman yang berganti tugas mengendarai mobil. Kami sampai di Bekasi pukul 10 malam. Saya dan puput pun turun di tol jati bening. Dan mereka melanjutkan perjalanan pulang. Puput dijemput, dan saya berlanjut pulang menuju rumah dengan babang ojek.

Haaaaaaaaaahhh.. sampai juga di rumah,,

Itulah cerita liburan singkat saya dan teman-teman ku. Masih banyak cerita-cerita lain yang tak ku masukan ke dalam cerpen ini. Karena, kalo dimasukkan semua bisa-bisa ga selesai. Satu hal yang gue bisa pelajari dari ini semua, yaitu “Kenangan itu bukan untuk dibuang dan dilupakan, melainkan untuk dikenang dan disimpan dalam hati”

 

” WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN “

“ WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN “

1.      Dasar Hukum Wajib Daftar Perusahaan

Pertama kali diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 23  Para persero firma diwajibkan mendaftarkan akta itu dalam register yang disediakan untuk itu pada kepaniteraan raad van justitie (pengadilan Negeri) daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. Selanjutnya pasal 38 KUHD : Para persero diwajibkan untuk mendaftarkan akta itu dalam keseluruhannya beserta ijin yang diperolehnya dalam register yang diadakan untuk itu pada panitera raad van justitie dari daerah hukum kedudukan perseroan itu, dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi.

Dari kedua pasal di atas firma dan perseroan terbatas diwajibkan mendaftarkan akta pendiriannya pada pengadilan negeri tempat kedudukan perseroan itu berada, selanjutnya pada tahun 1982 wajib daftar perusahaan diatur dalam ketentuan tersendiri yaitu UUWDP yang tentunya sebagai ketentuan khusus menyampingkan ketentuan KUHD sebagai ketentuan umum. Dalam pasal 5 ayat 1 UUWDP diatur bahwa setiap perusahaan wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di kantor pendaftaran perusahaan.

Pada tahun 1995 ketentuan tentang PT dalam KUHD diganti dengan UU No.1 Tahun 1995, dengan adanya undang-undang tersebut maka hal-hal yang berkenaan dengan PT seperti yang diatur dalam pasal 36 sampai dengan pasal 56 KUHD beserta perubahannya dengan Undang-Undang No. 4 tahun 1971 dinyatakan tidak berlaku.

Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan UUWDP pada tahun 1998 diterbitkan Keputusan Menperindag No.12/MPP/Kep/1998 yang kemudian diubah dengan Keputusan Menperindag No.327/MPP/Kep/7/1999 tentang penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan serta Peraturan Menteri Perdagangan No. 37/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan. Keputusan ini dikeluarkan berdasarkan pertimbangan bahwa perlu diadakan penyempurnaan guna kelancaran dan peningkatan kualitas pelayanan pendaftaran perusahaan, pemberian informasi, promosi, kegunaan pendaftaran perusahaan bagi dunia usaha dan masyarakat, meningkatkan peran daftar perusahaan serta menunjuk penyelenggara dan pelaksana WDP. (I.G.Rai Widjaja, 2006: 273)

Jadi dasar penyelenggaraan WDP sebelum dan sewaktu berlakunya UUPT yang lama baik untuk perusahaan yang berbentuk PT, Firma, persekutuan komanditer, Koperasi, perorangan ataupun bentuk perusahaan lainnya diatur dalam UUWDP dan keputusan menteri yang berkompeten.

 

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:

a.   Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-undang ini dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari kantor pendaftaran peru­sahaan;

b.   Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indone­sia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba;

c.   Pengusaha adalah setiap orang perseorangan atau persekutuan atau badan hukum yang menjalankan sesuatu jenis perusahaan;

d.   Usaha adalah setiap tindakan, perbuatan atau kegiatan apapun dalam bidang perekonomian, yang dilakukan oleh setiap pengusaha untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba;

e.   Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang perdagangan.

 

2.     Ketentuan Wajib Daftar Perusahaan

Dasar Pertimbangan Wajib Daftar Perusahaan :

  • Kemajuan dan peningkatan pembangunan nasional pada umumnya dan perkembangan kegiatan ekonomi pada khususnya yang menyebabkan pula berkembangnya dunia usaha dan perusahaan, memerlukan adanya Daftar Perusahaan yang merupakan sumber informasi resmi untuk semua pihak yang berkepentingan mengenai identitas dan hal-hal yang menyangkut dunia usaha dan perusahaan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan di wilayah Negara Republik Indonesia,
  • Adanya Daftar Perusahaan itu penting untuk Pemerintah guna melakukan pembinaan, pengarahan, pengawasan dan menciptakan iklim dunia usaha yang sehat karena Daftar Perusahaan mencatat bahan-bahan keterangan yang dibuat secara benar dari setiap kegiatan usaha sehingga dapat lebih menjamin perkembangan dan kepastian berusaha bagi dunia usaha,
  • Bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas perlu adanya Undang-undang tentang Wajib Daftar Perusahaan.

 

3.      Ketentuan Umum Wajib Daftar Perusahaan

Dalam Pasal 1 UU Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, ketentuan-ketentuan umum yang wajib dipenuhi dalam wajib daftar perusahaan adalah :

  • Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-undang ini dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari kantor pendaftaran perusahaan. Daftar catatan resmi terdiri formulir-formulir yang memuat catatan lengkap mengenai hal-hal yang wajib didaftarkan;
  • Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba. Termasuk juga perusahaan-perusahaan yang dimiliki atau bernaung dibawah lembaga-lembaga sosial, misalnya, yayasan.
  • Pengusaha adalah setiap orang perseorangan atau persekutuan atau badan hukum yang menjalankan sesuatu jenis perusahaan. Dalam hal pengusaha perseorangan, pemilik perusahaan adalah pengusaha yang bersangkutan.
  • Usaha adalah setiap tindakan, perbuatan atau kegiatan apapun dalam bidang perekonomian, yang dilakukan oleh setiap pengusaha untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba;
  • Menteri adalah Menteri yang bertanggungjawab dalam bidang perdagangan.

 

4.      Tujuan dan Sifat Wajib Daftar Perusahaan

Daftar Perusahaan bertujuan mencatat bahan-bahan keterangan yang dibuat secara benar dari suatu perusahaan dan merupakan sumber informasi resmi untuk semua pihak yang berkepentingan mengenai identitas, data, serta keterangan lainnya tentang perusahaan yang tercantum dalam Daftar Perusahaan dalam rangka menjamin kepastian berusaha ( Pasal 2 ).

Tujuan daftar perusahaan :

  • Mencatat secara benar-benar keterangan suatu perusahaan meliputi identitas, data serta keterangan lain tentang perusahaan.
  • Menyediakan informasi resmi untuk semua pihak yangberkepentingan.
  • Menjamin kepastian berusaha bagi dunia usaha.
  • Menciptakan iklim dunia usaha yang sehat bagi dunia usaha.
  • Terciptanya transparansi dalam kegiatan dunia usaha.

Daftar Perusahaan bersifat terbuka untuk semua pihak. Yang dimaksud dengan sifat terbuka adalah bahwa Daftar Perusahaan itu dapat dipergunakan oleh pihak ketiga sebagai sumber informasi ( Pasal 3 ).

 

TUJUAN DAN SIFAT

Pasal 2

Daftar Perusahaan bertujuan mencatat bahan-bahan keterangan yang dibuat secara benar dari suatu perusahaan dan merupakan sumber informasi resmi untuk semua pihak yang berkepentingan mengenai identitas, data, serta keterangan lainnya tentang perusahaan yang tercantum dalam Daftar Perusahaan dalam rangka menjamin kepastian berusaha.

Pasal 3

Daftar Perusahaan bersifat terbuka untuk semua pihak.

Pasal 4

(1)  Setiap pihak yang berkepentingan, setelah memenuhi biaya administrasi yang ditetapkan oleh Menteri, berhak memperoleh keterangan yang diperlukan dengan cara mendapatkan salinan atau petikan resmi dari keterangan yang tercantum dalam Daftar Perusahaan yang disahkan oleh pejabat yang berwenangv untuk itu dari kantor pendaftaran perusahan.

(2)  Setiap salinan atau petikan yang diberikan ketentuan ayat (1) pasal ini merupakan alat

sempurna.

 

5.      Kewajiban Pendaftaran

  • Setiap perusahaan wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan.
  • Pendaftaran wajib dilakukan oleh pemilik atau pengurus perusahaan yang bersangkutan atau dapat diwakilkan kepada orang lain dengan memberikan surat kuasa yang sah.
  • Apabila perusahaan dimiliki oleh beberapa orang, para pemilik berkewajiban untuk melakukan pendaftaran. Apabila salah seorang daripada mereka telah memenuhi kewajibannya, yang lain dibebaskan daripada kewajiban tersebut.
  • Apabila pemilik dan atau pengurus dari suatu perusahaan yang berkedudukan di wilayah Negara Republik Indonesia tidak bertempat tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia, pengurus atau kuasa yang ditugaskan memegang pimpinan perusahaan berkewajiban untuk mendaftarkan ( Pasal 5 ).

 

6.      Cara dan Tempat Serta Waktu Pendaftaran

Menurut Pasal 9 :

  • Pendaftaran dilakukan dengan cara mengisi formulir pendaftaran yang ditetapkan oleh Menteri pada kantor tempat pendaftaran perusahaan.
  • Penyerahan formulir pendaftaran dilakukan pada kantor pendaftaran perusahaan, yaitu :
  1. di tempat kedudukan kantor perusahaan;
  2. di tempat kedudukan setiap kantor cabang, kantor pembantu perusahaan atau kantor anak perusahaan;
  3. di tempat kedudukan setiap kantor agen dan perwakilan perusahaan yang mempunyai wewenang untuk mengadakan perjanjian.
  • Dalam hal suatu perusahaan tidak dapat didaftarkan sebagaimana dimaksud dalam ayat b pasal ini,   pendaftaran dilakukan pada kantor pendaftaran perusahaan di Ibukota Propinsi tempat kedudukannya. Pendaftaran wajib dilakukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah perusahaan mulai menjalankan usahanya. Sesuatu perusahaan dianggap mulai menjalankan usahanya pada saat menerima izin usaha dari instansi teknis yang berwenang ( Pasal 10 ). Pendaftaran Perusahaan dilakukan oleh Pemilik atau Pengurus/Penanggung Jawab atau Kuasa Perusahaan yang sah pada KPP Tingkat II ditempat kedudukan perusahaan. Tetapi kuasa tersebut tidak termasuk kuasa untuk menandatangani Formulir Pendaftaran Perusahaan.

 

Sumber:

  1. http://riyanikusuma.wordpress.com/2012/04/01/wajib-daftar-perusahaan/
  2. http://www.sisminbakum.go.id/peraturan/Data/UU%20No%203%20&%20Penj.php

 

 

“HUKUM PERJANJIAN “

“ HUKUM PERJANJIAN “

Menurut Pasal 1313 KUH Perdata Perjanjian adalah Perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. Dari peristiwa ini, timbullah suatu hubungan hukum  antara dua orang atau lebih yang disebut Perikatan yang di dalamya terdapat hak dan kewajiban masing-masing pihak.   Perjanjian adalah sumber perikatan.

1.     Azas-azas Hukum Perjanjian

Ada beberapa azas yang dapat ditemukan dalam Hukum Perjanjian, namun ada dua diantaranya yang merupakan azas terpenting dan karenanya perlu untuk diketahui, yaitu:

  1. Azas Konsensualitas, yaitu bahwa suatu perjanjian dan perikatan yang timbul telah lahir sejak detik tercapainya kesepakatan, selama para pihak dalam perjanjian tidak menentukan lain. Azas ini sesuai dengan ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata mengenai syarat-syarat sahnya perjanjian.
  2. Azas Kebebasan Berkontrak, yaitu bahwa para pihak dalam suatu perjanjian bebas untuk menentukan materi/isi dari perjanjian sepanjang tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan kepatutan. Azas ini tercermin jelas  dalam Pasal 1338 KUH Perdata yang menyatakan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah mengikat sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.

2.  Syarat Sahnya Perjanjian

Dalam Pasal 1320 KUH Perdata disebutkan, untuk sahnya suatu perjanjian diperlukan empat syarat, yaitu:

  1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya, artinya bahwa para pihak yang mengadakan perjanjian itu harus bersepakat atau setuju mengenai perjanjian yang akan diadakan tersebut, tanpa adanya paksaan, kekhilafan dan penipuan.
  2. Kecakapan, yaitu bahwa para pihak yang mengadakan perjanjian  harus cakap menurut hukum,  serta berhak dan berwenang melakukan perjanjian.

 

3.  Hapusnya Perjanjian

Hapusnya suatu perjanjian yaitu dengan cara-cara sebagai berikut:

a.  Pembayaran

Adalah setiap pemenuhan hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian secara sukarela.  Berdasarkan pasal 1382 KUH Perdata dimungkinkan menggantikan hak-hak seorang kreditur/berpiutang. Menggantikan hak-hak seorang kreditur/berpiutang dinamakan subrogatie. Mengenai subrogatie diatur dalam pasal 1400 sampai dengan 1403 KUH Perdata. Subrogatie dapat terjadi karena pasal 1401 KUH Perdata dan karena Undang-undang (Pasal 1402 KUH Perdata).

b.  Penawaran pembayaran tunai diikuti oleh penyimpanan atau penitipan uang atau barang pada Panitera Pengadilan Negeri

Adalah suatu cara pembayaran yang harus dilakukan apabila si berpiutang (kreditur) menolak pembayaran utang dari debitur, setelah kreditur menolak pembayaran, debitur dapat memohon kepada Pengadilan Negeri untuk mengesahkan penawaran pembayaran itu yang diikuti dengan penyerahan uang atau barang sebagai tanda pelunasan atas utang debitur kepada Panitera Pengadilan Negeri.

Setelah penawaran pembayaran itu disahkan oleh Pengadilan Negeri, maka barang atau uang yang akan dibayarkan itu, disimpan atau dititipkan kepada Panitera Pengadilan Negeri, dengan demikian hapuslah utang piutang itu.

c.  Pembaharuan utang atau novasi

Adalah suatu pembuatan perjanjian baru yang menggantikan suatu perjanjian lama.  Menurut Pasal 1413 KUH Perdata ada 3 macam cara melaksanakan suatu pembaharuan utang atau novasi, yaitu yang diganti debitur, krediturnya (subyeknya) atau obyek dari perjanjian itu.

4.      STRUKTUR PERJANJIAN

Struktur atau kerangka dari suatu perjanjian, pada umumnya terdiri dari:

  1. Judul/Kepala
  2. Komparisi yaitu berisi keterangan-keterangan mengenai para pihak atau atas permintaan siapa perjanjian itu dibuat.
  3. Keterangan pendahuluan dan uraian singkat mengenai maksud dari para pihak atau yang lazim dinamakan “premisse”.
  4. Isi/Batang Tubuh perjanjian itu sendiri, berupa syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dari perjanjian yang disetujui oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
  5. Penutup

  5.     BENTUK PERJANJIAN

Perjanjian dapat berbentuk:

  1. Lisan
  1. Tulisan, dibagi 2 (dua), yaitu:  Di bawah tangan/onderhands dan Otentik.

” HUKUM DAGANG “

“ HUKUM DAGANG “

Hukum dagang ialah aturan-aturan hukum yang mengatur hubungan orang yang satu dengan yang lainnya, khusunya dalam perniagaan. Hukum dagang adalah hukum perdata khusus. Hukum Dagang Indonesia terutama bersumber pada :
1. Hukum tertulis yang dikofifikasikan :

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (W.v.K)
  2. b.      Kitab Undang-Undang Hukum Sipil (KUHS) atau Burgerlijk Wetboek Indonesia (BW)

Hal-hal yang diatur dalam KUHS adalah mengenai perikatan umumnya seperti :

1.      Persetujuan jual beli (contract of sale)

2.      Persetujuan sewa-menyewa (contract of hire)

3.      Persetujuan pinjaman uang (contract of loun)

 

  1. Hukum tertulis yang belum dikodifikasikan :

yaitu peraturan perundangan khusus yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan perdagangan (C.S.T. Kansil, 1985:7)
Sifat hukum dagang yang merupakan perjanjian yang mengikat pihak-pihak yang mengadakan perjanjian.
Pada awalnya hukum dagang berpaku pada hukum perdata. Namun, seiring berjalannya waktu hukum dagang mengkodifikasi(mengumpulkan) aturan-aturan hukumnya sehingga terciptalah Kitab Undang-Undang Hukum Dagang ( KUHD ) yang sekarang telah berdiri sendiri atau terpisah dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ( KUHPer ).

 

Hukum dagang selain di atur KUHD dan KUHS juga terdapat berbagai peraturan-peraturan khusus (yang belum di koodifikasikan) seperti :

1.      Peraturan tentang koperasi

2.      Peraturan pailisemen

3.      Undang-undang oktroi

4.      Peraturan lalu lintas

5.      Peraturan maskapai andil Indonesia

6.      Peraturan tentang perusahaan negara

 

Berikut ini merupakan berbagai pengertian hukum dagang yang dikemukakan oleh para ahli hukum yakni :

1.      Achmad Ichsan mengemukakan:

“Hukum dagang adalah hukum yang mengatur soal-soal perdagangan, yaitu soal-soal yang timbul karena tingkah laku manusia dalam perdagangan.”

 

2.      R. Soekardono mengemukakan:

”Hukum dagang adalah bagian dari hukum perdata pada umumnya, yakni yang mengatur masalah perjanjian dan perikatan yang diatur dalam buku III Burgerlijke Wetboek (BW) dengan kata lain, hum dagang adalah himpunan peraturan peraturan yang mengatur seseorang dengan orang lain dalam kegiatan perusahaan yang terutama terdapat dalam kodifikasi KUHD dan KUHPdt. Hukum dagang dapat pula dirumuskan adalah serangkaian kaidah yang mengatur tentang dunia usaha atau bisnis dan dalam lalu lintas perdagangan.

 

3.      M. N. Tirtaamidjaja mengemukakan:

“Hukum perniagaan adalah hukum yang mengatur tingkah laku orang-orang yang turut melkukan perniagaan. Sedangkan perniagaan adalahpemberian perantaraan antara produsen dan konsumen; membeli dan menjual dan membuat perjanjian yang memudahkan dan memajukan pembelian dan penjulan itu. Sekalipun sumber utama hukum perniagaan adalah KUHD akan tetapi tidak bisa dilepaskan dari KUHPdt

 

Sumber:

http://nurulaini8.blogspot.com/2013/05/hukum-dagang_21.html